Karakteristik dan Sifat Tata Bahasa

I. Pengantar
Tata bahasa pendidikan merupakan alat bantu dalam kegiatan belajar bahasa, baik yang dipandu oleh guru atau instruktur dalam lembaga pendidikan bahasa maupun yang tidak. Kehadiran tata bahasa pendidikan merupakan hasil rekayasa yang dimaksudkan untuk mempercepat dan memperlancar proses penguasaan suatu bahasa. Artinya, penguasaan bahasa yang tidak hanya sekadar berupa kesanggupan untuk mengungkapkan pikiran dalam bentuk lisan dan tulisan, tetapi juga kemampuan menggunakan bahasa yang dipelajari dalam berbagai kepentingan.
Untuk dapat menerapkan linguistik dalam pengajaran bahasa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah adanya deskripsi linguistis tentang bahasa yang akan diajarkan, buku-buku pegangan sekolah yang berlandaskan pada linguistik, dan guru-guru bahasa yang menerapkan dan mendasarkan pengajaran bahasa di sekolah pada linguistik.

II. Perbedaan Antara Tata Bahasa Pendidikan dengan Tata Bahasa
Deskriptif
Tata bahasa deskriptif mencoba menggali sistem kaidah yang terpola dalam benak seorang penutur, sedangkan tata bahasa pendidikan tujuannya agar bagaimana seseorang penutur lebih mudah dan cepat dalam menguasai sistem kaidah tersebut. Pandangan ini sejalan dengan pandangan Saporta yang dalam tulisannya menyatakan bahwa tujuan tata bahasa desriptif adalah mensistemkan bahasa dalam sebuah struktur dan interpretesi semantik, sedangkan tata bahasa pendidikan bertujuan mengembangkan kemampuan penutur untuk memahami dan memproduksi ujaran (Saporta, 1975:265). Perbedaan lebih lanjut dan rinci diuraikan oleh Pablo E. Natividad (1981:124).
Pada prinsipnya menurut Natividad perbedaan antara tata bahasa deskriptif dengan tata bahasa pendidikan dapat dilihat dari aspek-aspek: 1) tujuan penyusunan, 2) isi dan format pengembangannya, 3) dasar pemerian, 4) gaya penyajian, dan 5) ruang lingkup pemakaian.

1. Dilihat dari Tujuannya
Tujuan penulisan tata bahasa pendidikan adalah menciptakan alat bantu belajar berbahasa agar proses penguasaan bahasa sasaran berjalan dengan mudah. Tata bahasa ini berkenaan dengan bagaimana cara membantu siswa agar ia dapat memahami dan memproduksi ujaran dalam bahasa yang dipelajari.

2. Dilihat dari Pengorganisasian Isinya
Tata bahasa deskriptif diorganisasikan dengan melandaskan pada teori bahasa atau linguistik. Sedangkan tata bahasa pendidikan diorganisasikan menurut prinsip-prinsip tata bahasa.

3. Dilihat dari Dasar Pemeriannya
Dasar pemerian tata bahasa deskriptif adalah data empiris atau intuisi yang diperoleh dari seorang penutur bahasa.

4. Dilihat dari Gaya Penyajiannya
Umumnya gaya penyajian tata bahasa deskriptif merupakan uraian sistematis dalam menjawab pertanyaan. Sedangkan dalam penyajian materi tata bahasa pendidikan berkenaan dengan pertanyaan.

5. Dilihat dari Ruang Lingkup Pemakaiannya
Tata bahasa deskriptif dalam ruang lingkup pemakaiannya bersifat universal dalam arti bahwa isi dan formatnya tidak ditentukan oleh varabel yang ada pada para pemakai, melainkan ditentukan oleh kaidah keilmuan liguistik.
Sedangkan tata bahasa pendidikan , karena variabel pemakainya sangat kompleks dan beragam, baik dalam kualitas maupun kuantitasnya, wajar jika ruang lingkup pemakaian tata bahasa pendidikan menunjukkan segmen pemakai yang sangat beragam pula.

III. Ciri Khas Tata Bahasa Pendidikan
Ciri khas atau karakteristik tata bahasa pendidikan dapat dilihat dari segi internal tata bahasa tersebut dan dari segi keterkaitannya dengan para pemakai tata bahasa ini. Ciri khas internal tata bahasa pendidikan ditentukan oleh isi dan struktur pengorganisasiannya. Cakupan ini berarti unsur-unsur bahasa dan aspek-aspek kegiatan berbahasa mana yang dituangkan dalam tata bahasa tersebut.

1. Pragmatik
Secara umum dapat dikatakan bahwa tata bahasa pendidikan merupakan sarana pemandu para pembelajar bahasa untuk dapat menggunakan bahasa secara komunikatif. Secara khusus, kepragmatisan tata bahasa pendidikan ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut:
1) tata bahasa pendidikan harus lebih menekankan pada penggunaan kaidah tata bahasa daripada pengetahuan tentang tata bahasa,
2) tata bahasa pendidikan harus lebih menekankan pada penampilan berbahasa daripada penjelasan tentang norma-norma berbahasa,
3) sebuah materi tata bahasa pendidikan harus lebih banyak berisi materi wacana (discourse) dibandingkan dengan aturan-aturan kalimat yang terpisah, dan
4) sebuah tata bahasa pendidikan haruslah membawa siswa pada situasi pemerolehan (acquisition) daripada situasi belajar (learning).

2. Independen
Sifat kedua dari tata bahasa pendidikan adalah independen. Meskipun dalam proses penulisan tata bahasa pendidikan merupakan rekayasa dari bahan baku bahasa deskriptif, tetapi sebagai hasil olahan lebih lanjut tata bahasa pendidikan harus independen dari linguistik. Artinya, pemilihan materi, prosedur penulisan dan penyajian, serta organisasi materi yang disajikan haruslah bebas dari prinsip-prinsip memilihan, penyajian, dan pengorganisasian materi tata bahasa deskriptif. Tata bahasa pendidikan harus bertumpu pada prinsip-prinsip pedagogis. Keseluruhan dan strukturnya harus bertolak dari prinsip yang dalam praktik belajar berbahasa sangat menopang perolehan kemampuan berbahasa. Fakta menunjukkan bahwa kemutakhiran dan kepopuleran suatu bentuk tata bahasa ilmiah tidak serta merta berdampak langsung pada keunggulan penguasaan bahasa. Penentuan pedagogis atau tidaknya sebuah tata bahasa pendidikan sangat bergantung pada hasil riset yang akurat tentang bagaimana bahasa itu peroleh dan digunakan penuturnya.
Prinsip independen menegaskan bahwa penyajiann materi tata bahasa pendidikan haruslah tidak bergantung dengan prinsip penyajian tata bahasa deskriptif. Untuk kepentingan pengajaran bahasa Indonesia, seorang penulis tata bahasa pendidikan, pertama tidak harus selalu menyajikan materi kaidah kalimat itu. Kedua urutan penyajian juga tak harus persis dengan uruan linguistik tersebut. Ketiga penyajian juga tidak harus terpisah-pisah. Jika dipandang bahwa materi itu kurang bermanfaat, maka boleh saja seorang penulis tata bahasa pendidikan mengabaikan salah satu kaidah, dan menekankan yang lain. Demikianlah yang dimaksudkan bahwa tata bahasa pendidikan bersifat independen.
Berarti tuangan-tuangan materi yang ada dalam tata bahasa pendidikan tidak menuntut kemungkinan adanya integrasi dari sejumlah aliran ketata bahasan yang ada.

3. Purposif
Tata bahasa pendidikan berorientasi pada tujuan dan sasaran program pengajaran bahasa yang khusus. Pemakainya tidak terbatas pada golongan tertentu. Tata bahasa deskriptif yang lahir dari penelitian ilmiah, boleh dimanfaatkan oleh siapa saja, dan tidak dibatasi oleh karakteristik pembacanya.
Dengan adanya penyelarasan ini berarti secara tidak langsung penulis buku tata bahasa pendidikan secara purposif menentukan siapa pemakai buku yang dibuatnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: